Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Lembanna, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, pada 26–27 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memperkuat peran kampus di tengah masyarakat.
Pengabdian tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat pesisir, terutama di kawasan sentra pengrajin Kapal Pinisi. Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk lebih siap menghadapi perubahan sosial serta perkembangan teknologi yang turut memengaruhi dinamika ekonomi lokal.
Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Desa Lembanna, sivitas akademika, mahasiswa, serta warga setempat. Program pengabdian dikemas dalam bentuk forum diskusi interaktif, sehingga masyarakat tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai mitra dialog dalam mengidentifikasi persoalan dan merumuskan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Ketua Program Studi HI UIN Alauddin Makassar, Nur Aliyah Zainal, S.IP., M.A., menyampaikan bahwa kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari misi akademik. Menurutnya, kampus tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
“UIN Alauddin senantiasa mengembangkan ilmu pengetahuan melalui pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan berbagai disiplin keilmuan. Pengabdian ini tidak hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan agar memberi manfaat berkelanjutan,” ujar Nur Aliyah.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Kepala Desa Lembanna, Abdul Kaedir Jaelani, mengapresiasi langkah Prodi HI UIN Alauddin Makassar yang memilih Desa Lembanna sebagai lokasi pengabdian. Ia menilai kegiatan tersebut dapat membuka peluang lahirnya dampak positif, baik secara akademik maupun non-akademik, bagi pengembangan potensi desa ke depan.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lembanna, Abdul Gafur. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa menjadi jembatan penting antara pengetahuan akademik dan realitas sosial di lapangan. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan memberi kontribusi nyata bagi penguatan kapasitas masyarakat lokal, khususnya di wilayah pesisir dan sentra pengrajin Kapal Pinisi.