Makassar, 22 Juli 2026 — Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar menyelenggarakan International Visiting Lecture bertajuk “Governing Artificial Intelligence: Privacy, Security, and Human Rights” pada Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan ini berlangsung di LT Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar.
Kuliah internasional tersebut menghadirkan Prof. Anbarasi G., akademisi dari Government Law College, Chengalpattu, Tamil Nadu, India, sebagai pembicara utama. Kehadiran Prof. Anbarasi memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan sivitas akademika untuk memperoleh perspektif global mengenai perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence serta berbagai tantangan hukum, keamanan, dan hak asasi manusia yang menyertainya.
Dalam kegiatan ini, isu kecerdasan artifisial dibahas tidak hanya sebagai perkembangan teknologi, tetapi juga sebagai persoalan tata kelola global. Penggunaan teknologi berbasis AI yang semakin luas menimbulkan sejumlah pertanyaan penting, terutama berkaitan dengan perlindungan data pribadi, keamanan informasi, pengawasan digital, pertanggungjawaban hukum, serta perlindungan hak-hak dasar masyarakat.
Melalui tema tersebut, peserta diajak memahami pentingnya membangun tata kelola AI yang bertanggung jawab, transparan, dan berorientasi pada kepentingan manusia. Perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kebijakan dan kerangka hukum yang mampu mencegah penyalahgunaan data, diskriminasi algoritmik, pelanggaran privasi, serta berbagai risiko keamanan digital.
Pelaksanaan International Visiting Lecture ini menjadi bagian dari upaya Program Studi Hubungan Internasional UIN Alauddin Makassar dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan dan memperluas wawasan akademik mahasiswa mengenai isu-isu kontemporer dalam hubungan internasional. Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya pendekatan multidisipliner yang menghubungkan studi hubungan internasional, hukum, teknologi, keamanan, dan hak asasi manusia.
Selain memperkaya proses pembelajaran, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih kritis dalam melihat perkembangan teknologi global serta memahami peran negara, organisasi internasional, lembaga pendidikan, dan masyarakat sipil dalam merumuskan tata kelola kecerdasan artifisial yang adil dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan akademik internasional tersebut, Program Studi Hubungan Internasional UIN Alauddin Makassar terus berkomitmen menghadirkan ruang pembelajaran yang terbuka, relevan, dan responsif terhadap perubahan global, sekaligus memperkuat jejaring akademik dengan berbagai perguruan tinggi dan akademisi dari luar negeri.